digital advertising

ditulis berdasarkan pengalaman kerja selama sekitar 3 tahun terakhir
sangat terbuka dengan masukan dan kritikan

simplenya, digital advertising adalah advertising yang dilakukan secara digital.

oke.

inti dari advertising adalah menawarkan suatu produk kepada konsumen dengan cara beriklan. dan produk ini bentuk nya bisa macam2, bisa produk barang fisik, produk jasa, sekedar announcement, termasuk juga content suatu website pun bisa diiklankan. kalo digital advertising, ya kegiatan advertising tadi dilakukan secara digital. jadi semua2 nya dalam bentuk digital, bukan analog. contoh nya adalah iklan2 yang bertebaran di banyak website atau aplikasi mobile atau desktop (PC atau laptop), juga termasuk sms dan telpon.

di dalam ekosistem digital advertising, ada 2 komponen utama yaitu pemirsa dan pengiklan. dan di dalam pasar digital marketing, pemirsa adalah barang yang dijual, sedangkan pengiklan adalah pihak yang membeli.

dalam pasar digital advertising ini, sebenernya produk yang dijual adalah perhatian pemirsa, sedangkan pembeli nya adalah pihak yang punya brand. brand akan membeli perhatian pemirsa di suatu media untuk nantinya disuguhi iklan berisi produk yang mereka jual.

jadi ketika kita sedang melihat iklan, kita sedang dibeli oleh pemilik brand. well, perhatian kita sebenernya yang dibeli. siapa penjual nya? adalah media tempat kita membuang waktu dan kesadaran kita di sana.

contoh media yang mungkin udah biasa dan umum terlibat di keseharian kita adalah, situs berita seperti DETIK.COM. contoh lain nya adalah game mobile Subway Surfer. sedangkan pemilik media nya kita sebut publisher.

banyak orang menghabiskan waktu dan kesadarannya di DETIK.COM, baik di website maupun di aplikasi, tentunya untuk membaca berita dan informasi yang ada di sana. semakin banyak orang yang mengakses, semakin banyak barang yang bisa dijual oleh publisher. tiap kali orang berkunjung, di website atau aplikasi, publisher menawarkan kepada brand untuk membayar sejumlah harga tertentu supaya produk nya bisa ditampilkan (diiklankan) ke orang yang berkunjung.

sistem pasar seperti ini ada di dalam bentuk digital, dan transaksi jual beli nya dilakukan dengan sangat cepat, hanya sekitar 200ms tiap transaksi.

ekosistem nya secara umum bisa digambarkan seperti ini:

publisher adalah mereka yang punya barang, atau penjual.
advertiser adalah mereka yang punya produk untuk diiklankan, atau pembeli.
market adalah tempat transaksi jual beli terjadi.

sebenernya market ini gak wajib ada, bisa langsung publisher ke advertiser. sama seperti penjual pada umumnya, bisa langsung bertemu dengan pembeli tanpa pasar, dan melakukan transaksi jual beli. tapi pasar ini lah yang bisa mengoptimalkan proses jual beli, memastikan barang yang diperjualbelikan kondisinya baik, dan dibeli dengan harga yang baik juga, mempertemukan pemilik barang dan pihak yang menginginkan barang, supply dan demand.

masih menggunakan DETIK.COM sebagai contoh, berikut contoh halaman website nya.

bisa dilihat di website tersebut, ada banyak slot iklan yang diperjualbelikan antara publisher dan advertiser. setiap ada pengunjung website, setiap kali itu pula transaksi terjadi. tiap 1 ad space yang muncul tiap kunjungan, adalah 1 barang dagangan, kita sebut inventory. jadi setiap kita berkunjung ke halaman website yang memiliki banyak adspace kayak DETIK.COM ini, sebenernya udah banyak terjadi jual beli inventory antara publisher dan advertiser.

jadi suatu publisher yang memiliki website, walau pun website nya ada, tapi kalo gak ada yang berkunjung, ya gak ada barang yang bisa dijual. kenapa orang mau berkunjung ke website tersebut, ideal nya karena ada content yang menarik perhatian. tapi alasan tidak ideal nya adalah, orang2 itu dikelabui supaya mau berkunjung, misal nya dengan menyebar link content dengan judul bombastis. ini biasa disebut sebagai clickbait.

oiya, contoh lain publisher adalah blog ini, artikel ini adalah salah satu contoh content nya.

dan yak tepat sekali, saya sebagai pemilik blog pun bisa melakukan monetisasi dengan memasang ad space dan menjual nya ke advertiser. money money money! 😀

demikian dongeng singkat tentang dunia digital advertising. berikutnya saya akan coba lebih dalam lagi membahas digital advertising. tentang supply, demand, market, dan penggunaan data untuk meningkatkan kualitas suatu inventory. semakin meningkat kualitas suatu inventory, semakin mahal pulak harga nya.

ciaow!